Monday, April 28, 2008

Dan Masjid itupun Akhirnya Dibakar

Akhirnya masjid Ahmadiyyah itu dibakar....., begitu menyedihkan berita dari website dan televisi sore tadi.Entah apa yang ada dalam pikiran orang-orang itu ketika membakar rumah tuhan itu. Sebegitu merasa paling benarkah mereka sehingga harus mengkafirkan Ahmadiyyah dan membakar rumah dimana Allah disembah dan dipuja. Bukannya setiap manusia dan umat beragama harus menghormati dan menyayangi saudaranya, hatta ke orang non muslim juga kita tidak boleh berlaku kasar kepada mereka?

Aku bukan orang Ahmadiyyah, tapi aku hanya merasa semua kekerasan ini tidaklah pantas untuk mereka, bukankah urusan pilihan keyakinan itu merupakan hak setiap orang dan merupakan hak privat yang bebas dan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan itu hubungan manusia dengan Tuhannya? Pernahkan mereka membaca dan mempelajari sendiri Ahmadiyyah itu seperti apa sebelum mereka mengkafirkannya?

Sayang, umat muslim yang ada sekarang masih banyak yang taklid dalam pemikiran beragama sehingga malah mereka tidak dapat mencerna kebenaran dari agama itu sendiri, memahami agama sebagai ritualitas belaka. Jika sekarang ahmadiyyah yang diserang, mungkin saja sebentar lagi Syiah, Non muslim dan mungkin muhammadiyah yang bisa diserang oleh orang-orang yang hanya mampu mengandalkan kekerasan dalam hidup mereka.

Ya Alloh, aku hanya bisa berdoa, "lindungilah setiap umatmu yang tulus menyembahMu, dari apapun aliran dan golongannya?!"

Related Posting:
- From Ressay


- From Andito

5 comments:

Anonymous said...

sebelum mbak berpendapat begini, apakah mbak sudah benar2 mempelajari agama islam, termasuk aliran ahmadiyah itu?

mbak berlebihan kalau berpikir bahwa suatu saat nanti akan ada golongan lain yang ikut diserang (entah syiah, muhammadiyah,dll).

Karena Islam sangat menghormati perbedaan pendapat, asalkan pendapat itu dilandasi dengan ilmu yang kuat. Nah, yg bikin ahmadiyah ditolak keras karena perbedaannya sangat-sangat-sangat BESAR.
Ahmadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad sbg Nabi terakhir, dan malah menobatkan nabi baru dan mengganti kalimat syahadat. Wajar kalo banyak yg merasa terluka, apalagi diingatkan juga tidak bisa.

Kalo landasan pendapat yg digunakan ahmadiyah ini dipakai oleh aliran lain, wah bisa2 kita bakalan punya banyak nabi di masa ini, beragam syahadat baru, dan adzan pun jadi tidak karuan.

Kekerasan memang bukan jalan terbaik, tapi ada kalanya perlu dilakukan untuk mencegah sesuatu yang lebih parah.
Saya sendiri juga ngeri kalo ngebayangin ada anak saya yg ikut jadi pengikut aliran sesat itu. COba tengok ke belakang. Berapa banyak korban aliran sesat lainnya?
Atau ingin generasi mendatang punya versi agamanya masing2 dalam Islam?

computer said...

iya ni, kenapa sih akhir2 ini agama Islam jadi kayak gini, padahal Islam itu menurutku adalah agama yg paling toleran dibanding laennya (bukannya q membandingkan dengan agama lain loh).
pada dasarnya semua agama itu baek, sama2 menyembah Tuhan, tapi cuman caranya aja yg beda. harusnya jalan kekerasan harus dihindari pada kasus semacam ini.....

BiE said...

Mana ya kebebasan beragama yang sering di ucapkan bahkan di tuangkan dalam undang-undang?

Setyo said...

saya juga ga setuju... malah nJadiin islam seakan2 agama yg tercela... bisa2 ditanyakan siapa yang tercela orang islam (yg bakar mesjid) ato orang ahmadiyah..
saya juga orang islam

Doonukuneke said...

Wahai Anonymous,

Saya bertanya, apakah kekerasan dapat mematikan ide? Kita bisa lihat, Rezim Mu'awiyyah yang menggunakan kekerasan untuk mematikan Imamah dari keluarga Nabi pun, pada akhirnya tetap bertahan. Bahkan, kini komunitas itu adalah komunitas yang paling berani menentang kezaliman Zionist-Israel. Lihat deh rezim Iran dan Hezbollah yang membuat Israel berpikir dua kali untuk sewenang-wenang.

Bagaimana juga dengan pembantaian yang dilakukan Pemerintah Myanmar untuk meredam protes Bhiksu terhadap rezim militer di sana? Apa dapat mematikan ide anti pemerintahan militer di sana?

Bagaimana dengan Ideologi Komunisme yang pernah coba digagalkan barat-kapitalisme- dengan kekerasan (baca: perang)? Apakah ide itu sudah mati? Tidak!

Kalau Anda takut anak Anda masuk ke Ahmadiyah, ya didik anak Anda dengan benar! Jangan Anda bunuh orang Ahmadiyah. Tak ada sejarahnya Nabi berperang karena beda ideologi. Nabi berperang karena terjadinya ketidakadilan. Coba Anda buka kembali sirah Nabi.

Ide, yang bersifat imateri, tidak dapat dimatikan oleh kekerasan yang bersifat materi. Ide karena bersifat imateri, dia kekal adanya. Karena itu keduanya berbeda. Ide yang imateri hanya dapat diubah dengan sesamanya, ya dengan ide lain yang juga bersifat imateri. Karena itu jalannya, tawarkan ide yang Anda anggap beanr, dengan bil-hikmah wa bil maw'izhatil hasanah, seperti dalam Quran. Makanya, orang2 Barat yang notabene kapitalisme sekarang sibuk memberikan beasiswa bagi orang Islam untuk menjauhkan mereka dari nilai-nilai Islam. Apakah berhasil? Ya, lihat saja sekarang 'kan muncul JIL. Sekali lagi, ide v.s. ide.

Sebelum Anda berpendapat demikian, sudahkah Anda mempelajari tentang sejarah, sosiologi, dan filsafat? Atau barangkali pemahaman Islam Anda terlalu "miskin" karena tak diperkaya dengan ilmu lain? Kedua-duanya benar.

Salam,

Jalan-Jalan ke Bangkok Thailand (Bagian Pertama)

Dulu aku sering komentarin temen yang jalan-jalan ke Bangkok, kupikir apa sih yang dicari karena Bangkok kan sama-sama negara berkemban...